Artikel ini adalah sebuah usaha untuk menganalisis pandangan Ibn ‘Arabi tentang takwil al-Qur’an. Syekh Sufi dari Andalusia ini menolak takwil yang dikendalikan oleh penalaran, pemikiran, refl eksi dan hawa nafsu karena takwil jenis ini melenceng dari apa yang dimaksud oleh Allah dengan kata-kata-Nya yang dikadung oleh Kitab-Nya.
Arsip Penulis:Farid Fatsya
Tafsir Al Qur’an – Ketika Ibnu ‘Arabi Menafsirkan
Secara tradisional terdapat tiga cabang ilmu pengetahuan Islam, yaitu kalam, fikih, dan tasawuf. Ketiganya lahir hampir secara sendiri-sendiri, tetapi tetap saling mengait (Madjid, 1985:3).